Minggu, 20 Mei 2012

Dari Dapur : Sup Jagung Bola Ayam

Bahan:

Bola Ayam:
200 g daging ayam cincang
1 sdm susu bubuk
2 sdm tepung terigu
1 kuning telur ayam
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
50 g wortel, serut halus
Kuah:
1 sdm minyak sayur
1 siung bawang putih, cincang halus
20 g bawang bombay, cincang halus
750 ml kaldu ayam
150 g biji jagung manis, serut halus
50 g wortel, iris kecil panjang
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam

Cara membuat:
  • Bola ayam: Campur semua bahan menjadi satu.
  • Bentuk adonan menjadi bola-bola mungil.
  • Rebus atau kukus hingga matang. Tiriskan.
  • Kuah:
  • Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga layu.
  • Tuangi kaldu, didihkan.
  • Masukkan jagung, wortel dan bola ayam serta bumbu.
  • Didihkan hingga sayuran lunak. Angkat.
  • Sajikan hangat.

Untuk 6 orang

sumber : 



Senin, 07 Mei 2012

Gendhis dan Purbayu


Gendhis terpaku pada rumpun  kemuning di depan joglo rumahnya,. matanya nanar,.. sepertinya pikirannya sedang tak berada di situ... angannya melayang ke dimensi berbeda.... kadang dia tersenyum sendiri... seperti ada yang membuatnya bahagia.,.. namun tak berapa lama nampak murung,..

Bunyi derit pintu membuyarkan lamunannya,.. simbok memanggilnya untuk membantunya di pawon , itu adalah dapur orang jawa.. mungkin simbok mau masak besar hari ini sampai perlu meminta bantuannya..seketika pikirannya kembali ke alam nyata... realita,.. tapi dia masih menyisakan kembang senyuman di ujung bibirnya,

Bergegas dia beranjak pergi dari lincak yang didudukinya sejak tadi, meninggalkan bunyi derit yang khas perabot bambu, bukti bahwa perabot itu sudah menua usianya.  Tak lupa dia lemparkan lagi pandangannya pada rumpun kemuning yang tadi di tatapnya,. seperti meminta ijin untuk pergi dan berterima kasih karena telah menemaninya melamun siang ini... dan dia pun menuju tempat yang simboknya inginkan dia ada.

***

Pertemuan itu terjadinya tak sengaja.. dia menyebutkan namanya.

" Aku Purbayu,.. kamu? "
" .. Ehmmm,.. Gendhis,..saja,.. " ,.. kataku malu-malu.

Itu pertama kalinya pertemuan mereka, ketika simbok menyuruhnya mengantarkan makanan ke rumah gedhong milik  Raden Panji Dahono, tetangga mereka yang bangsawan dan disegani oleh orang-orang di kampungnya. Kangmas Purbayu adalah putra pertama mereka ,. satu dari 5 bersaudara putra Raden Panji Dahono.

Sejak pertemuan itu mereka jadi sering bertemu,.. secara tak sengaja.. dan Gendhis selalu mencuri-curi melirik ke arahnya jika mereka bertemu, dan rupanya Purbayu juga.Bahkan sering dia melempar senyuman termanisnya.. khusus untuk gendhis. Hati Gendhis sering tak keruan,, dia merasa senang tapi juga deg-degan,.. sambil mengira-ngira apa arti senyuman tadi.

Pertemuan demi pertemuan makin sering terjadi. Di sawah ketika Gendhis ngirim bapaknya, di pasar ketika gendhis disuruh ibunya belanja, bahkan sering juga Purbayu yang berkunjung ke rumahnya. Lama -lama mereka makin akrab saja. Dan di hati keduanya tumbuh perasaan saling menyayangi, serta saling membutuhkan di antara keduanya.

Purbayu menyukai gendhis.. si gadis desa nan lugu tapi ayu, yang pandai menari dan geguritan. Kecantikannya yang tak tersentuh kosmetika modern sungguh alami. Kemolekan tubuhnya meski tak nampak namun jelas , karena selalu tertutup kain panjang dan kebaya. Namun sejatinya bukan itu daya tarik terbesarnya. Kecerdasan pikirannya yang terpancar pada kecemerlangan sorot matanya, itu yang membuat Purbayu makin mengaguminya, karena tak banyak dimiliki kebanyakan gadis- gadis seusianya dan sepermainannya. keingintahuannya yang besar kadang membuat Purbayu kagum, karena dia terpaksa mencari jawabnya dengan benar.

Sebaliknya gendhis menyukai Purbayu karena selain tampan, dia juga sopan dan amat menghargai dirinya meski dia berasal dari kalangan yang berbeda dengannya. Darah biru yang mengalir dalam dirinya, hanya mewariskan sikap ksatria dan tegas, namun tak membuatnya sombong atau merasa lebih tinggi. Dan yang terutama dia manis dan amat menyayanginya. Posturnya yang gagah, dan ketampanan wajahnya itu hanyalah bonus yang melengkapi dirinya. Karena bukan itu sebenarnya kriteria Gendhis ketika menyukai seseorang. Namun paket lengkap yang Purbayu hadirkan di dirinya sungguh membuatnya makin menyukai Purbayu melebihi apapun. Dan ini bikin Gendhis senang sekaligus sedih. Kok sedih?

Iya,.. masalahnya keluarga Purbayu tak mengetahui kedekatan mereka. Gendhis amat khawatir ketika Purbayu memintanya untuk menjadi istrinya. Gendhis amat ingin itu. Namun hati kecilnya menyadari kalo dirinya beda kelas dan strata dengan mereka. Itu yang membuatnya ragu dan sering melamun akhir2 ini.
Sebenarnya itu hal yang amat absurd di jaman yang sudah mengenal emansipasi dan hak azasi manusia, namun tak bisa dipungkiri, di masyarakat dan kelas tertentu hal ini masih menjadi masalah yang sensitif.


***

Pagi ini Gendhis terbangun dengan wajah lebih cerah. Ini karena dia telah mantap dengan keputusannya, bahkan dia akan menerima resiko itu, sekalipun keluarga Purbayu akan mengusirnya, dia tak peduli. Dia harus perjuangkan cintanya, bukti bahwa dia menyayangi Purbayu, dan itu akan dia katakan kepadanya siang ini,.. ketika dia akan belanja ke pasar. Purbayu biasanya akan menemuinya di sana. Makanya Gendhis amat senang dan mulai berdandan lebih cantik dari biasanya. Rambut yang biasa di ikat , kali ini dia gerai, menambah kecantikannya.

Momen itu hampir mendekati kepastian,.. ketika di lihatnya Purbayu menunggunya di warung dekat pasar, yang tampak tersenyum senang melihat kekasihnya berseri seri dan terlihat lebih cantik dari biasanya. Dia merasa ini pertanda baik bahwa lamarannya diterima. Maka tak sabar di hampirinya gendhis, sambil dia raih jemarinya,.. tak sabar dia menanyakan.

" Bagaimana? "
" Bagaimana apanya? " kata Gendhis sambil senyum dan mengerling tanda ia sedang ingin menggodanya.
" Ya itu.. yang aku tanyakan kemaren?"
"Oh,.. hehehhee,... iya, " kata Gendhis
"iya apa? artinya kamu menerimanya? " kejar Purbayu
"iya,... tapi ada tambahannya",.
" Apa? "
" Bahwa kamu akan perjuangkan aku... dan.. kamu akan membelaku seandainya keluarga besarmu tak mau menerimaku " balas Gendhis
" Tentu,.. aku akan memperjuangkan kamu... kalau mereka tak setuju aku akan mencari cara agar mereka mau menerimamu,.. Ndhis,.. Sayangku , aku janji,.. jadi,.. kita akan menikah? "
" Ehem... hihihihi,.. iya mas,.. Aku sayang kamu,.. " kata Gendhis sambil senyum berseri
" Kamu sudah cerita pada orang tuamu? "
" Belum Mas., nanti kalo sudah pasti saja, aku menunggu kabar darimu dulu, setelah kamu bicarakan dengan orang tuamu"
" Baiklah,.. sekarang kamu mau aku temani belanja.. biar aku yang bawa keranjangmu,. sini ", kata Purbayu sambil menggandeng pujaan hatinya itu. Kali ini langkahnya terasa ringan. Hatinya berbunga bunga.
Demikian pula Gendhis, senyum tak lepas dari bibirnya,.. Suasana pasar pagi ini serasa di keramaian pasar malam baginya... dengan kekasih ada di sampingnya.

***


Sidoarjo. 7 Mei 2012  pk 15.35 wib


Kamis, 03 Mei 2012

Cuilan hati itu akhirnya pergi..

Hidup hanya selintas...
bagai tayangan gambar sekilas,..
seperti sepenghirupan nafas..
tak sempat membalik kanvas...
atau berganti karakter yang pas..
atau memilih sapuan kuas...
hanya jalani saja secara pantas,..

Hidup ini segaris lini..
secarik garis lurus kudu dijalani..
kadang tertarik putus-putus tak menyatu satu sisi,..
atau bahkan tak bertemu tautan sehati..
diujung meremang... samar ....akhirnya hilang pergi,..

Ada yang datang dan ada yang pergi..
yang datang mencerahkan hari,..
yang pergi jelas tak kembali....
bagai terampas sepenggal mimpi..
hilang sudah pelipur hati..
pandangan mata tak mau terganti..
karena itu bagian hati..
yang tertinggal hanya kenangan sepi..
sketsa hari-hari,.
yang tlah sama-sama kita lewati..

memang benar kata orang,.
kita baru merasa kehilangan setelah cuilan itu pergi,..
baru terasa dia satu kepingan puzzle..
ketika gambar itu tak bisa utuh..
dan tak mungkin diganti..
ada yang kurang dan tak lengkap..
namun keping itu sudah terlanjur pergi dan hilang,.
setelah sekian lama mengemban tugasnya menjadi pelengkap gambar,.
biarkan ia bebas kini..
menjalani kehidupannya di matra berbeda..
namun biarkan kenangan tetap di hati..
lengkap dengan senyuman dan tawa riang..
karena itu pantas di kenang..

selamat jalan cuilan puzzle..
kamu pernah ada mewarnai sketsa ini..
itu amat berarti,..
bagi kami... yang mencintai dan mengasihi,..
damai lah di kehidupan barumu..
jangan lagi kau merasa sedih akan hari nanti..
karena takdir mu sudah pasti..
bertemu Illahi,..


Sidoarjo,. 3 Mei.. 10.47
*in memoriam Sony Adrianto ,.. pkl 08.00 *

Selasa, 17 April 2012

kesal,..

pernah gak kamu merasa kesal,.. ketika kamu konsentrasi sepenuh hati namun lawan bicaramu tak sepenuhnya peduli apa yang kamu bicarakan.. mereka jawabnya setengah2  bagai separuh jiwanya tak ada di hadapanmu...
aku pernah dan kini sedang mengalaminya...
aku ingin selalu menyerahkan seluruh jiwaku.. ketika aku mengajak seseorang yang spesial berbicara... bahkan kukerahkan semua cara dan gaya untuk membuatnya terkesan.. bahkan respek dengan semua yang sedang dia alami.. namun sepertinya itu tidak berlaku sekarang...
banyak rasa campur aduk.. ngerasa gak penting... ngerasa dicuekin.. ngerasa bukan prioritas.. dan banyak perasaan lain ,. dan terutama ngerasa gak dicintai.. tragis yah... memang..
kamu gak bakal ngira... kalau seseorang yang selama ini kamu sayang dan ngerasa kenal luar dalam dengannya tiba2 berbuat demikian... mungkin mereka tak sadar kalo itu buat diri aku terluka... tapi mau gimana lagi... lagi2 diperlukan toleransi.. dan kemampuan untuk memahami situasi yang sedang dia alami... meski kadang ingin menjerit.. dan kesal setengah mati...
aku sebenarnya ingin ekspresif.. menumpahkan kekesalanku saat itu juga.. namun mengingat sejarah kami.. yang lalu2.. kami sering ribut karena ini... aku jadi sedikit mengerem moody ku ini... sungguh inj pengorbanan yang besar untukku... aku sudah cape di dunia realku banyak menelan keinginan2 ku.. masa di dunia maya pun aku harus menahan semuanya... sungguh lelah nya batinku...
aku kesal,. sungguh kesal,.. sampai ingin teriak rasanya...
tapi lagi2 aku harus menahannya,..
ya sudahlah..
aku mau tidur saja..
selamat tinggal kesal
semoga lain kali kamu tak dekat2 aku lagi
setidaknya setelah kutulis ini.. sedikit berkurang rasa kesalku..
sungguh,..
perasaan ini menyiksaku..
semoga kamu tak begitu terhadapku..
kamu ,.. seseorang... tak sadarkah kamu..
berapa kali aku terpaksa menelan ini sendirian..
tapi ini memang pilihan..
ya ini pilihan
pilihan aku sendiri
aku kesal,.. hiks,.. huaaa





Sabtu, 07 April 2012

Dari dapur : Bihun Goreng Ebi




Bahan:
150 gr bihun, seduh dengan air panas, segera tiriskan
1 btr telur, kocok lepas
150 gr udang, kupas, sisakan ekornya dan belah punggungnya
1 bh cabai merah besar, iris miring
3 btg caisim, potong-potong
100 gr tauge
1 bks Royco Ebi
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 btg daun bawang, potong 1 cm
2 sdm Blue Band untuk menumis

Bahan halus:
5 btr bawang merah
3 siung bawang putih
3 btr kemiri, sangrai
2 cm kunyit

Bahan pelengkap:
5 sdm bawang merah goreng
50 gr kerupuk kanji
Cara membuat:
  • Tumis bumbu halus sampai harum, sisihkan di pinggir wajan. 
  • Masukkan telur, aduk sampai berbutir kasar. 
  • Masukkan udang, aduk sampai berubah warna. 
  • Tambahkan caisim dan tauge. Tumis sampai layu. 
  • Masukkan bihun, Royco Ebi, garam dan merica bubuk. Masak sampai matang. 
  • Tambahkan daun bawang, aduk rata. 
  • Sajikan bihun dengan pelengkapnya. 


Dari Dapur : Anyang Jantung Pisang

Bahan:
1 buah jantung pisang, blansir (celup air mendidih sebentar)
200 g tauge, blansir
10 batang kacang panjang, potong-potong, blansir
1 butir kelapa, parut, sangrai, tumbuk

Bumbu:
5 buah cabai merah, iris halus
10 lembar daun jeruk purut, iris halus
2 batang serai (sereh), iris halus
5 siung bawang merah, iris halus
2 buah jeruk nipis, ambil airnya
garam secukupnya

Haluskan:
5 buah cabai merah
100 g ebi (udang kering)

Cara membuat:
  • Jantung pisang, tauge, dan kacang panjang dicelur (dicelup dalam air mendidih)
  • Campurkan kelapa sangrai tumbuk dengan bumbu halus dan bumbu iris.
  • Campur bumbu dengan sayur-mayur celur,
  • kemudian sajikan.
*) Catatan 
Bila dikehendaki, dapat ditambahkan bunga kincung (= kecombrang = honje) diiris halus untuk menambah rasa asam dan aroma khas.

sumber :



Dari Dapur : Garang Asem Ayam

Bahan:
1 ekor ayam kampung, potong-potong
500 g tomat hijau, potong-potong
8 biji belimbing sayur/belimbing wuluh, iris kasar
100 g cabai rawit merah
1 batang serai, potong halus
6 lembar daun salam
daun pisang untuk membungkus

Haluskan:
8 siung bawang putih
8 siung bawang merah
1/2 sdt garam
2 cm jahe

Cara Membuat :
  • Cuci bersih hingga bersih. Tiriskan.
  • Aduk bumbu halus dan bahan lainnya bersama potongan ayam hingga rata.
  • Diamkan selama 1 jam agar bumbu meresa[.
  • Bungkus tiap 3-4 potong ayam dengan daun pisang.
  • Kukus selama 45 menit dalam kukusan panas hingga ayam lunak.
  • Angkat dan sajikan selagi hangat.

Untuk 10 bungkus

sumber :



Selasa, 03 April 2012

dari dapur : Sup Krim Jamur

Bahan:
1 sdm mentega
30 g bawang Bombay, cincang
250 g jamur champignon, iris tipis
1 sdm tepung terigu
250 ml susu cair
100 ml krim segar
1 lembar bay leaf
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1 sdt garam
100 g smoked chicken, potong kecil

Pelengkap:
Garlic Bread
Keju Cheddar parut

Cara membuat:
  • Tumis bawang Bombay hingga wnagi.
  • Masukkan jamur, aduk-aduk hingga layu dan warnanya menjadi kocekelatan.
  • Taburi tepung terigu,aduk hingga rata dan kecokelatan.
  • Tuangi susu cair, aduk hingga rata dan emndidih. Angkat.
  • Masukkan ke dalam blender, proses hingga lembut.
  • Tuang ke dalam panci.
  • Tambahkan krim dan bumbu, didihkan hingga kental.
  • Masukkan smoked chicken, aduk hingga mendidih. Angkat
  • Sajikan sup dengan Garlic Bread dan keju parut.

Untuk 4 orang

sumber : 


Dari Dapur : Sup Kikil

Bahan:
500 g kikil sapi
1 liter air
1 lembar daun salam
2 cm jahe, memarkan
Bumbu:
2 sdm minyak sayur
1 lembar daun jeruk
1 batang serai, memarkan
10 buah cabai rawit merah

Haluskan:
4 siung bawang putih
3 butir kemiri
2 cm kunyit
1/2 cm jahe
1/2 cm lengkuas
1/2 sdt merica butiran
2 sdt garam

Cara membuat:
  1. Didihkan air bersama daun salam dan jahe, rebus kikil hingga empuk, jika perlu tambahkan air.
  2. Angkat kikil, potong-potong kecil.
  3. Tumis Bumbu halus bersama daun jeruk dan serai hingga wangi.
  4. Masukkan ke dalam kaldu kikil.
  5. Tambahkan air hingga menjadi 750 ml. Masak dengan api kecil hingga mendidih.
  6. Masukkan cabai rawit merah, didihkan kembali.
  7. Angkat, sajikan hangat.

Untuk 6 orang

sumber : 


Dari Dapur : Sup Krim Kentang

Bahan:
500 g kentang, kupas, potong-potong
1 sdm mentega
1 siung bawang putih, cincang
20 g bawang bombay cincang
250 ml susu segar
250 ml kaldu ayam
2 sdm krim segar
½ sdt merica bubuk
1 lembar bay leaf
1 sdt garam

Pelengkap:
Keju Cheddar parut
Bread Stick
Keripik Kentang

Cara membuat:
  • Rebus kentang hingga empuk. Tiriskan.
  • Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.
  • Masukkan kentang rebus. Aduk hingga rata. Angkat.
  • Tuang ke dalam mangkuk blender.
  • Tambahkan susu. Proses hingga lembut.
  • Tuang ke dalam panci. Tambahkan bahan lainnya.
  • Didihkan, lalu angkat.
  • Sajikan dengan Pelengkapnya.

Untuk 4 orang

sumber :